Boleh dong isi survey ;)

KULIAH: EKSISTENSI MATEMATIKA DALAM LANDASAN PENDIDIKAN



ABSTRAK

Filsafat merupakan pangkal atau landasan untuk mempelajari ilmu, sedangkan matematika merupakan ibu dari segala ilmu. Eksistensi matematika juga turut andil sebagai landasan pendidikan dalam aspek logika. Eksistensi atau keberadaan matematika diantaranya meliputi konsep dan pengetahuan teknologi. Tujuan dari penulis adalah mengetahui apa eksistensi matematika yang paling terpenting dalam suatu landasan pendidikan dan apakah eksistensi kebenaran matematika itu diciptakan atau ditemukan? Mengapa matematika menjadi dasar segala macam ilmu? Bagaimana peran matematika dalam landasan pendidikan dan IPTEK? Pembahasannya menyatakan eksistensi yang terpenting sekaligus menjadi eksistensi dari suatu landasan pendidikan adalah ketrampilan dalam aritmatika. Eksistensi matematika menurut plato ditemukan bukan diciptakan. Alasan matematika menjadi dasar dari ilmu adalah dari segi ketelitian dan konsistensinya matematika merupakan disiplin ilmu yang sistematis dan logis. Peran utama matematika dalam bidang pendidikan adalah kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah serta matematika juga salah satu ilmu yang menjadi landasan atau dasar dari peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kata kunci: Eksistensi, landasan pendidikan, filsafat, matematika


   A. Latar Belakang

Dua bidang ilmu pengetahuan yang memiliki hubungan yang sejalan dari dahulu hingga sekarang adalah filsafat dengan matematika. Dari banyaknya kontradiksi dan paradoks yang kaitannya dengan kebenaran yang sistematis dan logis, filsafat matematika berkontribusi pada pembentukan dasar yang sistematis dan absolut dari pengetahuan matematika dengan  maksud untuk menjaga fondasi/landasan tersebut. Hal ini disebabkan karena filsafat merupakan pangkal atau landasan untuk mempelajari ilmu, sedangkan matematika merupakan ibu dari segala ilmu (Syahnia, Nurwahidin, & Sudjarwo, 2022).

Eksistensi matematika yang mutlak dan diperlukan untuk integrasinya. Para filsuf dan matematikawan memiliki harapan yang tinggi akan mampu memecahkan masalah-masalah tersebut dan menjadikan matematika menjadi suatu ilmu matematika yang tersusun dengan baik. Eksistensi matematika juga turut andil sebagai landasan pendidikan dalam aspek logika. Peran penting dalam logika adalah sebagai sarana dalam memahami dan memaknai persoalan di bidang ilmu ekskata termasuk matematika dan ilmu-ilmu lainnya yang selanjutnya dipecahkan secara rasional (Zalukhu, dkk., 2023).

Eksistensi atau keberadaan matematika diantaranya meliputi konsep dan pengetahuan teknologi. Konsistensi konsep: Konsep-konsep matematika seperti bilangan, operasi aritmatika, geometri, dan aljabar memiliki makna yang seragam di seluruh dunia. Misalnya, konsep bilangan prima atau teorema pythagoras memiliki arti yang sama di mana pun di dunia. Ini memungkinkan orang dari berbagai latar belakang budaya untuk berkomunikasi menggunakan bahasa matematika tanpa hambatan. Penerapan dalam ilmu dan teknologi: Matematika adalah bahasa yang digunakan di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti fisika, kimia, biologi, teknik, dan komputer. Prinsip-prinsip matematika yang sama diterapkan di seluruh dunia untuk menganalisis data, memecahkan masalah, dan membuat prediksi. Jadi eksistensi matematika juga memiliki pengaruh dalam IPTEK. Hal ini sesuai dalam kajian Romadon (2019) yang menyatakan ilmu matematika menjadi ilmu yang paling mendukung dalam perkembangan dan penguasaan IPTEK, dalam segala aspek teknologi pendidikan matematika sangat berperan penting menjadi penyanggah terwujudnya teknologi. Tujuan dari penulis adalah mengetahui apa eksistensi matematika yang paling terpenting dalam suatu landasan pendidikan dan apakah eksistensi kebenaran matematika itu diciptakan atau ditemukan? Mengapa matematika menjadi dasar segala macam ilmu? Bagaimana peran matematika dalam landasan pendidikan dan IPTEK?


     B. Pembahasan

Seperti yang telah diketahui bahwa matematika dan filsafat memiliki keselarasan dalam membantu adanya keberadaan matematika, dalam landasan pendidikan matematika disebut urgensi yang harus dimiliki oleh suatu landasan dalam pendidikan. Eksistensi yang terpenting sekaligus menjadi eksistensi dari suatu landasan pendidikan adalah ketrampilan dalam aritmatika. Sekaligus ini menjadi landasan/fondasi awal pembelajaran matematika dilakukan dan ini akan menjadi pengantar utama sebelum mengkaji atau mempelajari matematika lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan apa yang dikaji oleh Munez, Ng, Khang, & Pierina (2022)  yang mengatakan “Arithmetic skills  the ability to add, subtract, multiply, and divide are the building blocks of mathematics”, artinya: “Keterampilan aritmatika memiliki kemampuan dalam menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, dan membagi yang semuanya itu merupakan landasan matematika”. Keterampilan aritmatika yang buruk dapat menyebabkan prospek pekerjaan dan hasil kehidupan yang buruk. Oleh karena itu penting untuk mendalami serta mengetahui perkembangan keterampilan aritmatika yang memiliki urgensi untuk dipahami dan dipelajari. Selanjutnya eksistensi kebenaran matematika itu diciptakan atau ditemukan? Di sini penulis melihat dari pandangan platonis dalam jurnal Linnebo (2023), bahwasannya seseorang bisa menemukan matematika tetapi tidak dapat menciptakan apa yang sudah ada dalam matematika. Seperti planet yang sudah ada pada masanya tetapi dalam pandangan plato belum ada ahli yang menamainya maka masih bersifat independen, sama juga halnya dengan himpunan atau bilangan semuanya sudah ada, karena keberadaannya ini ada beberapa versi bilangan dari Yunani kuno, romawi dan lain sebagainya. Oleh karena itu eksistensi kebenaran matematika itu ditemukan bukan diciptakan.  

Matematika merupakan dasar dari segala macam ilmu. Menurut Soedjadi (2001) matematika sebagai salah satu ilmu dasar, baik aspek terapannya maupun aspek penalarannya, mempunyai peranan yang sangat penting dalam penguasaannya. Alasan matematika menjadi dasar dari ilmu adalah dari segi ketelitian dan konsistensinya matematika merupakan disiplin ilmu yang sistematis dan logis. Konsep dan aturan dalam matematika dapat berlaku secara konsisten pada semua situasi, tanpa terpengaruh oleh konteks atau bahkan opini subjektif. Ini membuatnya menjadi alat yang sangat andal dan dapat diandalkan untuk membangun dasar yang kokoh bagi ilmu pengetahuan lainnya.

Peran matematika dalam landasan pendidikan sangatlah penting dan bervariasi. Berikut ini merupakan beberapa peran utama matematika dalam bidang pendidikan: (1) Kemampuan berpikir logis, penalaran deduktif dalam matematika, fokusnya menitik beratkan pada logika dalam meyakinkan akan kebenaran suatu pernyataan. Dalam pembelajaran matematika, kemampuan berpikir logis memiliki peranan penting untuk menyelesaikan soal matematika. Mawaddah (2017) menjelaskan penyelesaian permasalahan matematika memerlukan pemahaman konsep yang baik, jika tidak didukung oleh kemampuan berpikir logis akan mengakibatkan siswa mempunyai intuisi yang baik tentang suatu konsep tapi tidak mampu menyelesaikan suatu masalah. (2) Pemecahan masalah, menurut Sumarmo dalam jurnal Ariawan & Nufus (2017) menyatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah penting, karena melalui pemecahan masalah siswa dapat mengidentifikasi kecukupan data untuk pemecahan masalah, membuat model matematik dari suatu situasi atau masalah sehari- hari dan menyelesaikannya, memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah matematika dan atau di luar matematika, menjelaskan dan menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal, serta memeriksa kebenaran hasil atau jawaban, menerapkan matematika secara bermakna. Dalam kajian Anwar (2018) matematika ialah salah satu ilmu yang menjadi landasan/dasar dari peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Contohnya ialah matematika telah menggunakan serta menyediakan alat dan metode statistik untuk menganalisis data dan menarik kesimpulan dari hasil eksperimen dan observasi pada suatu penelitian. Teknik-teknik statistik, seperti regresi, analisis varians, dan pengujian hipotesis, digunakan untuk mengidentifikasi pola, tren, dan hubungan dalam data besar dan kompleks. Dalam hal ini juga masuk dalam peranan matematika pada sektor IPTEK.

  C. Simpulan

1.      Eksistensi penting dari suatu landasan pendidikan adalah ketrampilan aritmatika.

2.      Pandangan platonis eksistensi kebenaran matematika itu ditemukan bukan diciptakan.

3.      Alasan matematika menjadi dasar dari ilmu adalah dari segi ketelitian dan konsistensinya matematika merupakan disiplin ilmu yang sistematis dan logis.

4.      Matematika penting dalam landasan pendidikan karena adanya kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah. Matematika juga salah satu ilmu yang menjadi landasan/dasar dari peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.


DAFTAR PUSTAKA

Anwar, N. T. (2018). Peran Kemampuan Literasi Matematis pada Pembelajaran Matematika Abad-21. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika (pp. 364-370). Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Ariawan, R., & Nufus, H. (2017). Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics), 1(2), 82-91.

Linnebo, Ø. (2023). Platonism in the Philosophy of Mathematics. Stanford: Stanford Encyclopedia of Philosophy.

Mawaddah, S. (2017). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis dengan Pendekatan Etnomatematika. Prosiding Seminar Nasional Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia dengan Tema “Membangun Generasi Berkarakter Melalui Pembelajaran Inovatif” (pp. 501-511). Mataram: UIN Mataram.

Munez, D., Ng, E., Khng, F. K., & Pierina, C. (2022). The Development of Early Arithmetic Skills: What, When, and How? Springer, 2, 241–260.

Romadon, B. (2019). Penguatan Pendidikan Matematika dalam Menunjang Persiapan SDM yang unggul Menuju Indonesia Maju. Seminar Nasional Pendidikan Matematika (pp. 15-22). Surabaya: HIMAPTIKA UM Surabaya.

Soedjadi, R. (2001). Nilai Nilai dalam Pendidikan Matematika dan Upaya Pembinaan Pribadi Anak Didik. Surabaya: Unesa.

Syahnia, S. M., Nurwahidin, M., & Sudjarwo. (2022). Perkembangan Matematika dalam Filsafat dan Aliran Formalisme yang Terkandung dalam Filsafat Pendidikan. Journal of Innovation Research and Knowledge, 2(7), 2669-2680.

Zalukhu, A., Herman, Hulu, D. T., Zebua, N. A., Naibaho, T., & Simanjuntak, R. (2023). Kedudukan dan Peran Filsafat dalam Pembelajaran Matematika. Journal on Education, 5(3), 6054-6062.

 


Posting Komentar

0 Komentar